ketahanan nasional 2
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

TUGAS 8
KETAHANAN NASIONAL II
KETAHANAN NASIONAL II
DISUSUN
OLEH :
APRILIO
CARDIOLA (20317892)
ELVIRA ERLIANSYAH (21317925)
FIALIN ARYASTRI P. (22317334)
STEFANI AJENG AYU H. (25317766)
TSAQIF M. RAFI (26317018)
ELVIRA ERLIANSYAH (21317925)
FIALIN ARYASTRI P. (22317334)
STEFANI AJENG AYU H. (25317766)
TSAQIF M. RAFI (26317018)
2 TB01
TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL &
PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji
syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah melimpahkan
rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa selesai
pada waktunya.
Makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Selain itu, penyusunan
makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan dalam bidang
pendidikan kewarganegaraan.
Untuk itu, terima kasih kami ucapkan kepada
teman-teman yang telah berkontribusi dan memberikan ide-idenya melalui diskusi sehingga makalah ini bisa disusun
dengan baik dan rapi.
Kami menyadari bahwa penulisan dan penyusunan makalah ini
masih banyak salahnya, sehingga kami
sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya
makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
Depok, Mei 2019
( Tim Penulis )
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
I.
PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
II.
ASAS – ASAS KETAHANAN NASIONAL
III.
SIFAT KETAHANAN NASIONAL
DAFTAR PUSTAKA
I.
PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Ketahanan berasal dari asal kata “tahan”
; tahan menderita, tabah kuat, dapat menguasai diri, tidak kenalmenyerah.
Ketahanan berarti berbicara tentang peri hal kuat, keteguhan hati, atau
ketabahan. Jadi Ketahanan Nasional adalah peri hal kuat, teguh, dalam rangka
kesadaran, sedang pengertian nasional adalah penduduk yang tinggal disuatu
wilayah dan berdaulat. Dengan demikian istilah ketahanan nasional adalah peri
hal keteguhan hati untuk memperjuangkan kepentingan nasional.Pengertian
Ketahanan Nasional dalam bahasa Inggris yang mendekati pengertian aslinya
adalah national resilience yangmengandung pengertian dinamis, dibandingkan
pengertian resistencedan endurence. Ketahanan nasional merupakan kondisi
dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
untuk mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan baik yang datang dari luar dan
dalam yang secara langsung dan tidak langsung membahayakan integritas,
identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar
Tujuan Nasionalnya.
Keadaan atau kondisi selalu berkembang
dan keadaan berubah-ubah, oleh karena itu ketahanan nasional harus dikembangkan
dan dibina agar memandai sesuai dengan perkembangan jaman.
Jika kita mengkaji Ketahanan nsional
secara luas kita akan mendapatkan tiga “wajah” Ketahanan Nasional, walaupun ada
persamaan tetapi ada perbedaan satu sama lain:
1. Ketahanan Nasional sebagai kondisi
dinamismengacu keadaan “nyata riil” yang ada dalam masyarakat, dapat diamati
dengan pancaindra manusia. Sebagai kondisi dinamis maka yang menjadi perhatian
adalah ATHG disatu pihak dan adanya keuletan, ketangguhan, untuk mengembangkan
kekuatan nasional dalam mengatasi ancaman.
2. Ketahanan nasional sebagai konsepsi
pengaturan dan penyelenggaraan negaradiperlukan penataan hubungan antara aspek
kesejahteraan (IPOLEKSOSBUD) dan keamanan (Hankam). Dalam konsepsi pengaturan
ini dirumuskan ciri-ciri dan sifat-sifat ketahanan nasional, serta tujuan
ketahanan nasional.
3. Ketahanan Nasional sebagai metode
berfikir, ini berarti suatu pendekatan khas yang membedakan dengan metode
berfikir lainnya. Dalam ilmu pengetahuan dikenal dengan metode induktif dan
deduktif, hal ini juga dalam ketahanan nasional, dengan suatu tambahan yaitu
bahwa seluruh gatra dipandang sebagai satu kesatuan utuh menyeluruh.
II.
ASAS – ASAS KETAHANAN NASIONAL
Asas ketahanan nasional Indonesia
adalah tata laku yang didasari nilai-nilai hukum yang tersusun didalam Pancasila, UUD 1945, dan wawasan nasional
yang terdiri dari:
1.
Asas kesejahteraan dan keamanan
Kesejahteraan
dan keamanan merupakan kebutuhan dasar dan esensial bagi manusia secara
perorangan maupun secara berkelompok dalam masyarakat, bangsa dan negara.
Karena itu kesejahteraan dan keamanan menjadi asas dalam sistem kehidupan nasional
beserta nilai intrinsiknya. Dalam realisasinya, kesejahteraan menjadi titik
focus tetapi dengan tidak mengabaikan keamanan, begitu juga sebaliknya. Oleh
karena itu keduanya harus sama-sama tidak boleh diabaikan dan tetap dibutuhkan
pada kondisi apapun, karena keduanya merupakan parameter tingkat ketahanan nasional sebuah bangsa dan negara.
2. Asas
komprehensif integhral atau menyeluruh terpadu
Sistem kehidupan nasonal mencakup
semua aspek kehidupan bangsa secara menyeluruh dan tersistem dalam perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang,
serasi dan selaras daris eluruh aspek kehidupan masyarakat, brbangsa dan
bernegara. Oleh karena itu, ketahanan nasional mancakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh,
menyeluruh dan terpadu atau komprehensif integral.
3.
Asas mawas ke dalam dan mawas ke
luar
Sistem kehidupan nasional merupakan
perpaduan antara interaksi aspek kehidupan bangsa. Sistem kehidupan nasional
juga berinteraksi dengan lingkungan luar terutama dengan lingkungan yang ada
disekitarnya. Karena dari itu setiap proses interaksi pasti akan timbul
berbagai dampak yang baik maupun dampak yang buruk bagi kehidupan bangsa itu
sendiri. Untuk itu perlu adanya sikap mawas ke
dalam dan mawas ke luar.
a.
Mawas ke dalam
Yang dimaksud
dengan mawas ke dalam adalah sikap waspada atau hati-hati dengan keadaan atau situasi yang
tidak diinginkan didalam suatu bangsa dan negeri. Mawas ke dalam bertujuan
untuk menjaga kondisi kehidupan nasional dari dampak negatf yang berasal dari
lingkungan aspek didalam negeri. Juga untuk menumbuhkan hakikat, sifat dan
kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan pada nilai-nilai kemandirian
untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa. Tetapi tidak mengandung
sikap isolasi atau nasionalisme sempit atau tertutup.
b.
Mawas ke luar
Mawas ke luar berarti waspada atau bersikap hati-hati dengan dampak
negarif yang disebabkan oleh dampak interaksi yang berasal dari lingkungan
strategis luar negeri. Mawas ke luar bertujuan untuk mengantisipasi dan ikut berperan dalam menghadapi dan mengatasi dam pak
negative yang berasal dari lingkungan strategis luar negeri. Untuk
menjamin kepentingan nasional maka kehidupan nasional
harus dapat mengembangkan ketahanan nasionalnya, agar dampak negative bisa
diatasi dan ditangkal. Untuk itu perlu adanya kemampuan untuk membedakan
tindakan yang dapat memberikan dampak
negaif dan positif bagi bangsa dan negara. Dan juga harus bisa berfikir panjang
ke masa depan supaya bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan
disesali dimasa depan. Maka demikian, interaksi dengan pihak luar harus
diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
4.
Asas kekeluargaan
Asas
kekeluargaan mengandung nilai keadilan, kearifan, kebersamaan, gotong-royong,
tenggang rasa, kepedulian antar sesama, saling membantu, saling menghormati dan
menghargai juga saling bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,
bernegara, dan berbangsa. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus
dihargai dan dihormati serta berdampingan secara serasi dalam hubungan
kemitraan dan dijaga supaya tidak terjadinya konflik yang berujung saling
merugikan antara 2 pihak negara atau lebih
dan dapat saling menghancurkan satu sama lain.
III.
SIFAT-SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Ketahanan nasional memiliki sifat
yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya yaitu:
1.
Mandiri
Ketahanan
nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan
dan ketangguhan dengan tidak mudah meyerah dan tetap menjaga nilai-nilai
identitas, integritas dan kepribadian
bangsa. Kemandirian juga berarti mempunyai kemampuan dalam tindakan dan
berfikir yang lebih dewasa dan dapat bertanggung jawab dalam setiap
tindakannya. Kemandirian merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama dengan
negara lain untuk memperoleh hal yang saling menguntungkan dalam perkembangan
global.
2.
Dinamis
Ketahanan
nasional tidak bersifat tetap melainkan dinamis atau dapat meningkat ataupun
dapat menurun tergantung dengan situasi dan kondisi bangsa dan negara serta
kondisi lingkungan strategisnya yang sedang terjadi. Seperti pada pengertian
dan hakikatnya sendiri yaitu segala sesuatu didunia ini senantiasa berubah dan
perubahan itu selalu senantiasa berubah pula. Maka dari itu, usaha untuk
meningkatkan pertahanan nasional harus selalu diprioritaskan dan diorientasikan
ke masa depan untuk mengkembangkan kondisi kehidupan nasional yang lebih baik
lagi.
3.
Wibawa
Keberhasilan
dalam sistem ketahanan nasional Indonesia yang ulet, kuat dan tangguh secara berlanjut, berkesinambungan serta seimbang akan
meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi perhatian
dari pihak lain. Makin tinggi dan kuatnya ketahanan nasional Indonesia maka makin tinggi pula kewibawaan
nasional yang berarti makin tinggi pula pandangan mengenai bangsa dan negara
Indonesia dimata dunia serta makin berkemampuan dalam menangkal dan
menghindari dampak negative dari lingkunangan srategis luar negeri yang
dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia.
4.
Konsultasi dan kerjasama
Konsep
ketahanan nasioanal tidak mengutamakan sikap konfrontasi dan antagonis, tidak
mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata hanya untuk mencari keuntungan
sendiri, tetapi lebih pada sikap
konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai, menghormati dan mengandalkan
pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar