wawasan nusantara 4
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

TUGAS 6
WAWASAN NUSANTARA IV
WAWASAN NUSANTARA IV
DISUSUN
OLEH :
APRILIO
CARDIOLA (20317892)
ELVIRA ERLIANSYAH (21317925)
FIALIN ARYASTRI P. (22317334)
STEFANI AJENG AYU H. (25317766)
TSAQIF M. RAFI (26317018)
ELVIRA ERLIANSYAH (21317925)
FIALIN ARYASTRI P. (22317334)
STEFANI AJENG AYU H. (25317766)
TSAQIF M. RAFI (26317018)
2 TB01
TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL &
PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji
syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah melimpahkan
rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini bisa selesai
pada waktunya.
Makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Selain itu, penyusunan
makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan dalam bidang
pendidikan kewarganegaraan.
Untuk itu, terima kasih kami ucapkan kepada
teman-teman yang telah berkontribusi dan memberikan ide-idenya melalui diskusi sehingga makalah ini bisa disusun
dengan baik dan rapi.
Kami menyadari bahwa penulisan dan penyusunan makalah ini
masih banyak salahnya, sehingga kami
sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya
makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
Depok, Mei 2019
( Tim Penulis )
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
I.
ASAS, ARAH PANDANG WAWASAN NUSANTARA
II.
KEDUDUKAN, FUNGSI DAN TUJUAN
III.
TANTANGAN IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA DENGAN ADANYA
ERA BARU KAPITALISME
IV.
KEBERHASILAN IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA
DAFTAR PUSTAKA
I.
ASAS, ARAH
PANDANG WAWASAN NUSANTARA
Asas
Wawasan Nusantara merupakan ketentuan-ketentuan
dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud
demi tetap taat dan setianya komponen/unsure pembentuk bangsa Indonesia
(suku/golongan) terhadap kesepakatan bersama. Asas wawasan nusantara terdiri dari :
1. Kepentingan/
tujuan yang sama
Ketika
menegakkan dan merebut kemerdekaan, kepentingan bersama bangsa indonesia adalah
menghadapi penjajahan secara fisik dari bangsa lain. Sekarang, bangsa Indonesia
harus menghadapi jenis penjajahan lan yang berbeda yaitu misalnya : kehidupan
dalam negeri Indonesia mendapat tekanan dan paksaan secara langsung maupun
tidak langsung dengan cara adu domba memecah belahkan kesatuan bangsa dengan
dalih HAM, demokrasi, dan lingkungan hidup.
2.
Keadilan
Yang
berati kesesuaian pembagian hasil dengan andil, jerih payah usaha, dan kegiatan
baik orang perorangan, golongan, kelompok maupun daerah.
3.
Kejujuran
Keberanian
berfikir, berkata dan bertindak sesuai realita serta ketentuan yang benar
biarpun realita atau ketentuan itu pahit dan kurang enak didenga. Demi
kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara, hal ini harus dilakukan.
4.
Solidaritas
Diperlakukannya
rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban bagi orang lain tanpa meninggalkan
ciri dan karakter budaya masing-masing.
5. Kerjasama
Adanya
koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan sehingga
kelompok, baik kelompok yang kecil maupun kelompok yang besar, dapat tercapai
demi terciptanya sinergi yang lebih baik.
6.
Kesetiaan terhadap kesepakatan
Kesetian
terhadap kesepakatan bersama ini sangatlah penting dan menjadi tonggak utama
terjadinya atau terciptanya persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan. jika
kesetian terhadap kesepakatan bersama ini goyah apalagi ambruk, dapat
dipastikan bahwa persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan bangsa Indonesia akan
hancur berantakan pula. Ini berati hilangnya kesatuan bangsa Indonesia.
Dengan
latar belakang budaya, sejarah serta kondisi dan konstelasi geografi serta
memperhatikan perkembangan lingkungan strategis, maka arah pandang
wawasan nusantara meliputi :
1. Ke
dalam
Bangsa
Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan mengatasi sedini mungkin
factor-faktor penyebab timbulnya disentegrasi bangsa dan mengupayakan terbina
dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan.
Tujuannya
adalah menjamin terwujudnya persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional
baik aspek alamiah maupun aspek social.
2. Keluar
Bangsa
Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untuk
mengamankan kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik politik,
ekonomi, social budaya, pertahanan keamanan demi tercapainya tujuan nasional.
Tujuannya
adalah menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah dan ikut
serta melaksanakan ketertiban dunia.
II.
KEDUDUKAN,
FUNGSI DAN TUJUAN
1.
KEDUDUKAN WAWASAN NUSANTARA
Dalam sebuah paradigma nasional, wawasan nusantara
ini mempunyai kedudukan yang sangat penting, yaitu :
·
Pancasila sebagai sebuah falsafah, ideologi bangsa dan juga dijadikan
dasar negara sebagai sebuah landasan idiil.
·
UUD 1945 menjadi landasan konstitusional.
·
Wawasan nusantara menjadi sebuah visi nasional yang menjadi landasan
visional.
·
Ketahanan nasional dijadikan sebagai sebuah konsepsi nasional yang
dijadikan landasan konsepsional.
·
GBHN atau garis besar haluan negara dijadikan sebagai politik serta
strategi nasional yang menjadi landasan dalam meberikan kebijakan dasar
nasional sehingga disebut sebagai landasan operasional.
Asas wawasan nusantara yang dianut oleh Bangsa
indonesia ditentukan sebagai sebuah ketentuan dasar yang memang wajib untuk
dipatuhi, dipelihara, dan juga ditaati guna mewujudkan kesetiaan dan rasa taat
pada tiap tiap komponen pembentuk bangsa Indoneisa atas sebuah kesepakatan
bersama yag telah disepakati.
Asas wawasan nusantara tersebut adalah asas tujuan
yang sama, asas keadilan, asas kejujuran, asas solidaritas, asas kerjasama, dan
asas setia terhadap apa yang telah disepakati.
2. FUNGSI WAWASAN NUSANTARA
Wawsan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi,
dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala jenis kebijaksanaan,
keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat
dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
3. TUJUAN WAWASAN NUSANTARA
Wawasan nusantara mempunyai tujuan yang sangat mulia dimana adanya
wawasan nusantara ini diharapkan dapat mewujudkan sikap nasionalisme yang
tinggi dalam segala bidang kehidupan masyarkaat Indonesia dengan tetap
mengutamakan dan memfokuskan diri pada kepentingan nasional dibandingkan
kepentingan perorangan atau pribadi, kepentingan kelompok, kepentingan suku
bangsa, ataupun kedaerahan. Kepentingan kepentingan tersebut tetap akan
dihargai selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional yang harus
dijunjung tinggi.
V.
TANTANGAN
IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA DENGAN ADANYA ERA BARU KAPITALISME
1) Pemberdayaan
masyarakat
John Naisbit dalam bukunya Global Paradox menyatakan:
negara
harus dapat memberikan peran sebesar-besarnya kepada rakyatnya. Pemberdayaan
masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam bentuk aktivitas dan partisipasi
masyarakat untuk mencapai tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan oleh
negara-negara maju dengan Buttom Up Planning, sedangkan untuk negara berkembang
dengan Top Up Planning karena adanya keterbatasan kualitas SDM sehingga
diperlukan landasan operasional berupa GBHN. Kondisi nasional yang tidak merata
mengakibatkan keterbelakangan dan merupakan ancaman bagi integritas.
2) Dunia
Tanpa Batas
A. Perkembangan
IPTEK mempengaruhi pola pikir, pola sikap dan pola tindak masyarakat dalam
aspek kehidupan. Kualitas SDM merupakan tantangan serius dalam menghadapi
tantangan global.
B. Kenichi
Omahe dalam bukunya Bordeless Word dan The End of Nation State menyatakan:
dalam perkembangan masyarakat global, batas-batas wilayah negara dalam arti
geografi dan politik relatif masih tetap, namun kehidupan dalam suatu negara
tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi dan
konsumen yang makin individual. Untuk dapat menghadapai kekuatan global suatu
negara harus mengurangi peranan pemerintah pusat dan lebih memberikan peranan
kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Perkembangan IPTEK dan perkembangan
masyarakat global dikaitkan dengan dunia tanpa batas dapat merupakan tantangan
wawasan nusantara.
3) Era
Baru Kapitalisme :
A. Sloan
dan Zureker dalam bukunya Dictionary of economics menyatakan kapitalisme adalah
suatu sitem ekonomi yang didasarkan atas hak milik swasta atas macam-macam
barang dan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian dengan pihak lain
untuk ikut serta dalam aktivitas-aktivitas ekonomi yang dipilihnya sendiri
berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba guna diri sendiri. Di
era baru kapitalisme, sistem ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan
melakukan aktivitas-aktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan
masyarakat sehingga diperlukan strategi baru yaitu adanya keseimbangan.
B. Lester
Thurow dalam bukunya The Future of Capitalism menyatakan: untuk dapat bertahan
dalam era baru kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan
antara paham individu dan paham sosialis. Di era baru kapitalisme,
negara-negara kapitalis dalam rangka mempertahankan eksistensinya dibidang
ekonomi menekan negara-negara berkembang dengan menggunakan isu-isu global
yaitu Demokrasi.
4) Kesadaran
Warga Negara
A. Pandangan
Indonesia tentang Hak dan Kewajiban Manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak
dan kewajiban yang sama. Hak dan kewajiban dapat dibedakan namun, tidak dapat
dipisahkan.
B. Kesadaran
bela negara, dalam mengisi kekmerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah
perjuangan non fisik untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan dan
kesenjangan sosial, dsb. Dalam perjuangan non fisik, kesadaran bela negara
mengalami penurunan yang tajam dibandingkan pada perjuangan fisik.
VI.
KEBERHASILAN
IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA
Wawasan Nusantara perlu
menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap dan bertindak dalam rangka
menghadapi, menyikapi, dan menangani permasalahan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara yang beroriantasi kepada kepentingan rakyat dan
keutuhan wilayah tanah air. Wawasan Nusantara juga perlu diimplementasikan
dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan serta
dalam upaya menghadapi tantangan – tantangan dewasa ini. Karena itu, setiap
warga negara Indonesia perlu memiliki kesadaran untuk :
1. Mengerti, memahami, dan
menghayati hak dan kewajiban warga negara serta Hubungan warga negara dengan
negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia yang cinta tanah air
berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.
2. Mengerti, memahami, dan
menghayati bahwa di dalam menyelenggarakan kehidupannya negara memerlukan
Konsepsi Wawasan Nusantara, sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki
Wawasan Nusantara guna mencapai cita – cita dan tujuan nasional.
Untuk mengetuk hati nurani
setiap warga negara Indonesia agar sadar bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara, diperlukan pendekatan dengan program yang teratur, terjadwal, dan
terarah. Hal ini akan mewujudkan keberhasilan dari implementasi Wawasan
Nusantara. Dengan demikian Wawasan Nusantara terimplementasi dalam kehidupan
nasional guna mewujudkan Ketahanan Nasional.
DAFTAR PUSTAKA
Pendidikan
Kewarganegaraan, Penerbit Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, tahun 2008.
Komentar
Posting Komentar