wawasan nusantara
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
TUGAS 6
WAWASAN NUSANTARA I
WAWASAN NUSANTARA I
DISUSUN OLEH :
APRILIO CARDIOLA (20317892)
ELVIRA ERLIANSYAH (21317925)
FIALIN ARYASTRI P. (22317334)
STEFANI AJENG AYU H. (25317766)
TSAQIF M. RAFI (26317018)
FIALIN ARYASTRI P. (22317334)
STEFANI AJENG AYU H. (25317766)
TSAQIF M. RAFI (26317018)
2 TB01
TEKNIK
ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
SIPIL & PERENCANAAN
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2019
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga
makalah ini bisa selesai pada waktunya.
Makalah ini
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Selain
itu, penyusunan makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan
dalam bidang pendidikan kewarganegaraan.
Untuk itu, terima kasih kami ucapkan
kepada teman-teman yang telah berkontribusi dan memberikan ide-idenya
melalui diskusi
sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan rapi.
Kami menyadari
bahwa penulisan dan penyusunan makalah ini masih banyak salahnya, sehingga kami sangat
mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya
makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
Depok, Mei
2019
( Tim Penulis )
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
A.
Wawasan
Nasional, Paham Kekuasan dan Teori Geopolitik
1.
Wawasan Nusantara
2.
Paham
Kekuasaan
3.
Teori
Geopolitik
B.
Paham
Kekuasaan dan Geopolitik Menurut Bangsa Indonesia
Daftar Pustaka
A. Wawasan
Nasional, Paham Kekuasan dan Teori Geopolitik
1.
Wawasan
Nasional
Wawasan nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan
dan geopolitik yang dianutnya.Beberapa teori paham kekuasaan dan teori
geopolitik.Perumusan wawasan nasional lahir berdasarkan pertimbangan dan
pemikiran mengenai sejauh mana konsep operasionalnya dapat diwujudkan dan
dipertanggungjawabkan.
Wawasan
Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan
lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi &
interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah
lingkungannya baik nasional, regional, maupun global.
Wawasan
nasional Indonesia merupakan wawasan yang dikembangkan berdasarkan teori
wawasan nasioanal secara universal. Wawasan tersebut dibentuk dan dijiwai oleh
paham kekuasaan bangsa Indonesia dan geopolitik Indonesia.
2.
Paham
Kekuasan
a.
Paham
Machiavelli (Abad XVII)
Gerakan pembaharuan (renaissance) yang
dipicu oleh masuknya ajaran islam di Eropa Barat sekitar abad VII telah membuka
dan mengembangkan cara pandang bangsa-bangsa Eropa Barat sehingga menghasilkan
peradaban barat modern seperti sekarang.
Dalam bukunya tentang politik yang
diterjemahkan ke dalam bahasa inggris dengan judul “The Prince”, Machiavelli
memberikan pesa tentang cara membentuk kekuatan politik yang besar agar sebuah
negara dapat berdiri dengan kokoh.
Menurut Machiavelli, sebuah negara akan
bertahan apabila menerapkan dalil-dalil seperti berikut ini :
1. Segala cara dihalalkan dalam merebut dan
mempertahankan kekuasaan.
2. untuk menjaga kekuasaan rezim, politik adu domba
disah kan.
3. dalam dunia politik yang kuat pasti dapat bertahan
dan menang.
Sesama hidupnya buku”The Prince”tidak
boleh beredar. Tetapi setelah Machiavelli meninggal,bukunya menjadi saat laku
dan dipelajari oleh orang-orang. dijadikan pedoman oleh banyak kalangan
politisi dan para kalangan elite politik.
Gerakan pembaharuan yang dipicu oleh
masuknya ajaran islam di eropa barat sekitar abad VII telah mambuka dan
mengembangkan cara pandang bangsa-bangsa di eropa baratsehingga menghasilkan
peradaban barat modern seperti sekarang di bidang politik dan kenegaraan atau
sumber pemikiran sebuah Negara kecil di italia.
b.
Paham
Kaisar Napoleon Bonaparte (abad XVIII)
Kaisar Napoleon merupakan tokoh
revolusioner di bidang cara pandang, selain penganut baik dari Machiavelli.
Napoleon berpendapat bahwa perang di masa depan akan merupakan perang total
yang mengerahkan segala upaya dan kekuatan nasional. Kekuatan ini juga perlu
didukung oleh kondisi sosial budaya berupa ilmu pengetahuan teknologi demi
terbentuknya kekuatan hankam untuk menduduki dan menjajah negara-negara
disekitar Prancis. Ketiga postulat Machiavelli telah diimplementasikan dengan
sempurna oleh Napoleon, namun menjadi bumerang bagi dirinya sendiri sehingg
akhir kariernya dibuang ke Pulau Elba.
c.
Paham Jenderal Clausewitz (Abad XVIII)
Lahir 1 Juli 1780 – meninggal 16 November
1831 pada umur 51 tahun; lebih dikenal dengan nama Carl von Clausewitz adalah
seorang tentara Rusia dan intelektual. Ia menjabat sebagai prajurit lapangan
praktis (dengan luas pengalaman tempur melawan pasukan Revolusi Perancis),
sebagai perwira staf dengan politik/militer Prusia, dan sebagai pendidik
militer terkemuka. Clausewitz pertama kali memasuki pertempuran sebagai kadet
pada usia 13 tahun, naik pangkat Mayor Jenderal di usia 38, menikah dengan
bangsawan tinggi, Countess Marie von Brühl, bergerak di kalangan intelektual
langka di Berlin, dan menulis sebuah buku “On War” (terjemahan dari “Vom
Kriege”) yang telah menjadi karya paling berpengaruh terhadap filsafat militer
di dunia Barat. Buku tersebut telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa dan
berpengaruh pada strategi modern di berbagai bidang.
Pada era Napoleon, jenderal Clausewitz
sempat terusir olh tentara Napoleon dari negaranya sampai ke Rusia. Clausewitz
akhirnya menjadi penasihat militer Staf UmumTentara kekaisaran Rusia. Menurut
Clausewitz, perang adalah kelanjutan Politik dengan cara lain. Peperangan
adalah sah-sah saja untuk mencapai tujuan nasional bangsa . pemikiran inilah
yang membenarkan Prusia sehingga menimbulkan perang Dunia Pertama dengan kekalahan
pihak Prusia.
d.
Paham
Feuerbach dan Hegel
Paham materialisme Feuerbach dan teori
sintesis Hegel menimbulkan dua aliran besar Barat yang berkembang didunia,
yaitu kapitalisme di satu pihak dan komunisme di pihak yang lain. Pada abad
XVII paham perdagangan bebas yang merupakan nenek moyang liberalisme sedang
marak. Saat itu orang-orang berpendapat bahwa ukuran keberhasilan ekonomi suatu
negara adalah seberapa besar surplus ekonominya, terutama diukur dengan emas.
Paham ini memicu nafsu kolonialisme negara Eropa Barat dalam mencari emas ke
tempat yang lain. Inilah yang memotivasi Columbus untuk mencari daerah baru,
kemudian Magellan, dan lain-lainnya. Paham ini juga yang mendorong Belanda
untuk melakukan perdagangan (VOC) dan pada akhirnya menjajah Nusantara selama
3,5 abad.
e.
Paham
Lenin (XIX)
Lenin telah memodifikasi paham Clausewitz.
Menurutnya, perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan. Bagi
Leninisme/komunisme, perang atau pertumpahan darah atau revolusi di seluruh
dunia adalah sah dalam kerangka mengkomuniskan seluruh bangsa di dunia. Karena
itu, selama perang dingin, baik Uni Soviet maupun RRC berlomba-lomba untuk
mengekspor paham komunis ke seluruh dunia. G.30.S/PKI adalah salah satu
komoditi ekspor RRC pada tahun 1965. Sejarah selanjutnya menunjukkan bahwa
paham komunisme ternyata berakhir secara tragis seperti runtuhnya Uni Soviet.
f. Paham Lucian W.Pye dan Sidney
Dalam buku Political Culture and Political
Development (Princeton University Press, 1972 ), mereka mengatakan :”The
political culture of society consist of the system of empirical believe
expressive symbol and values which devidens the situation in political action
can take place, it provides the subjective orientation to politics…..The
political culture of society is highly significant aspec of the political
system”. Para ahli tersebut menjelaskan adanya unsur-unsur sebyektivitas dan
psikologis dalam tatanan dinamika kehidupan politik suatu bangsa, kemantapan
suatu sistem politik dapat dicapai apabila sistem tersebut berakar pada
kebudayaan politik bangsa yang bersangkutan.
3.
Teori
Geopolitik
Arti
geopolitik secara harfiah adalah geo asal dari geografi dan politik artinya
pemerintahan jadi geopolitik artinya cara menyelenggarakan suatu pemerintahan
yang disesuaikan /ditentukan oleh kondisi/konfigurasi geografinya (contoh NKRI
memilih Negara Kesatuan karena kondisi/konfigurasi geografinya berupa Negara
Kepulauan).
a.
Pandangan/ajaran
Frederich Ratzel dan Rudolf Kjellen
Kedua tokoh ini mengibaratkan
Negara itu adalah/merupakan mahluk hidup, oleh karena Negara dianalogkan
sebagai mahluk maka kalau Negara itu sudah tidak lagi mempunyai ruang hidup
(lebens raum) dihalalkan mencari bahkan kenyataannya mencuri ruang hidup yang
baru berupa negara orang/bangsa lain. inilah cikal bakal timbulnya penjajahan
di muka bumi ini.
b.
Pandangan/ajaran
Karl Haushofer dan Sir Halford Mackinder
Teori Ratzel dan Kjellen
dijabarkan oleh Haushofer dan mackinder dari Jerman (seperti kita ketahui bahwa
Negara Jerman terletak di daratan Eropa dan tidak mempunyai laut/lautan) maka
teori ini disebut wawasan benua/darat adapun dalilnya : Barangsiapa yang ingin
menguasai dunia kuasailah “jantung dunia” (yang dimaksud dunia ialah benua
Eropa, Afrika dan Asia) karena itu teori ini disebut teori jantung. Teori ini
dilaksanakan oleh Hitler dengan timbulnya Perang Dunia II.
c.
Pandangan/ajaran
Sir Walter Raleigh dan Alfred Thayer Mahan
Kedua Tokoh ini berasal dari
Inggris (seperti kita ketahui bahwa Negara Inggris adalah Negara
Kepulauan/kelautan sehingga kedua tokoh ini berwawasan laut atau bahari dengan
dalilnya : Barang siapa ingin menguasai dunia kuasailah perdagangan dengan
armada laut yang tangguh dan kuat (antara lain Negara Inggris, Spanyol,
Portugis dan Belanda).
d.
Pandangan/ajaran
Mitchel, Saversky, Douhet dan Fuller
Menurut Tokoh-tokoh ini bahwa
suatu Negara itu selain berdaulat di darat, laut dan udara berdaulat juga di
angkasa/dirgantara maka Tokoh-tokoh tersebut termasuk wawasan dirgantara.
Masalahnya seberapa jauh suatu negara berdaulat di angkasa? Saat ini pada
umumnya Negara-negara sudah menguasai ruang angkasa di ruang geostasioner.
e.
Pandangan/ajaran
Nicholas J Spykmen
Pendapat Spykmen bahwa setiap
Negara berdaulat baik didara, laut dan udara, ajaran ini disebut teori
gabungan, teori kombinasi/campuran, teori daerah batas atau teori Rimland (NKRI
menganut teori ini).
B. Paham
Kekuasaan dan Geopolitik Menurut Bangsa Indonesia
Paham Kekuasaan dan Geopolitik Bangsa
Indonesia
1.
Paham
kekuasaan Indonesia
Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan
berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan :
“Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan”. Dengan
demikian wawasan nasional bangsa Indonesia tidak mengembangkan ajaran kekuasaan
dan adu kekuatan karena hal tersebut mengandung persengketaan dan
ekspansionisme.
2.
Geopolitik
Bangsa Indonesia
Geopolitik Bangsa Indonesia didasarkan atas
nilai KeTuhanan dan kemanusiaan yang luhur sesuai pembukaan UUD’45. Yang pada
intinya :
·
Bangsa
Indonesia cinta damai tapi lebih cinta kemerdekaan
·
Bangsa
Indonesia menolak segala bentuk penjajahan dan menolak ekspansionisme
Dalam
menjalin hubungan internasional Bangsa Indonesia berpijak pada paham
kebangsaan
(nasionalisme) yang membentuk suatu wawasan kebangsaa
dengan
menolah chauvinisme. Bangsa Indonesia terbuka dalam menjalin
hubungan
kerjasama antar bangsa yang saling menolong dan saling
menguntungkan.
3.
Paham Geopolitik Bangsa Indonesia
Geopolitik : Persatuan dan Kesatuan : Bhinneka
Tunggal Ika
Bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi
lebih cinta kepada kemerdekaan dan kedaulatan nusantara
Paham Indonesia tentang negara kepulauan (
berbeda dengan paham archipelago barat : laut sebagai pemisah pulau ) laut
sebagai penghubung pulau, wilayah negara : satu kesatuan utuh tanah air
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar